Small World
by Lady Javabraun
Hal buruk dari internet adalah, dunia menjadi sempit. Sejauh apapun engkau berdomisili, jika engkau memiliki blog seperti ini, engkau akan ditemukan. Dan aku benci sekali dipantau. Kamu tahu ‘kan arti dipantau? Orang-orang jadi tahu kabarmu. Mereka jadi tahu bahwa kamu masih hidup dan mengetahui permasalahan hidupmu.
Itulah kenapa aku lebih suka memakai nama samaran untuk blog ini. Ya, layaknya seorang pengecut. Aku merasa lebih nyaman tidak menggunakan nama asli. Aku merasa terganggu jika nama asliku di sebut-sebut oleh orang-orang yang tidak kukenal. Namun ternyata itu tidak membuat perbedaan. Kenal atau tidak kenal, aku memiliki ketidaksukaan yang sama.
-Eh, gimana kabar dia sekarang?
+Lihat blog-nya saja, tahu kan nama blognya ..
-kira-kira dia lagi nulis apa, ya?
Eeuhhh! eneg!
Why? Karena aku merasa ditempatkan pada suatu kotak yang sama dengan orang-orang tertentu. Yaitu, orang-orang yang menulis blog untuk dibaca! dan aku tidak menyukai mereka!
Entah kenapa, aku tidak suka diperhatikan. Apalagi menjadi pusat perhatian. Aku selalu berupaya menyembunyikan diriku di tengah keramaian di dunia nyata, namun selalu saja tanpa sengaja, aku telah menarik perhatian. Dan itu mengganggu!
**
Baru-baru ini seseorang dari masa lalu mengirimiku email. Mengucapkan selamat tahun baru, dan mendoakanku semoga bla bla bla … Eneg sekali aku membacanya.
Pertama, aku tidak merayakan tahun baru masehi
Kedua, aku tidak lagi respek padanya.
Ketiga, dia pikir aku masih mau berteman dengannya
Keempat, dia mengingatkanku akan kebodohanku dulu.
Kelima, kamu tidak tahu kebodohan apa yang aku lakukan waktu itu !
Aku selalu memandang diriku seorang jenius, dan seorang jenius akan sangat terpukul ketika melakukan kebodohan yang biasa dilakukan oleh orang yang tidak jenius!
Terkadang, ingin rasanya aku menghilang dari dunia maya agar tidak lagi terlihat olehnya. Aku pikir menghilangkannya dari dunia nyata sudah cukup tapi ternyata belum. Bagai kutil, benda menjijikkan yang sangat kamu tidak harapkan, dia menempel kemanapun engkau pergi.
Tapi mau gimana lagi, mungkin aku memang terlalu manis untuk dilupakan. Dan aku tidak bisa menghentikan hati seseorang, sama halnya aku tidak bisa menghentikan diriku untuk menjadi jenius – Ehm !!