Today, two years ago
Hari ini dua tahun yang lalu, tercetus satu ide untuk mendokumentasikan tulisanku. Bagiku, menulis adalah kebutuhan. Dan aku membutuhkan media untuk itu.
Hari ini dua tahun yang lalu, tercetus satu ide untuk mendokumentasikan tulisanku. Bagiku, menulis adalah kebutuhan. Dan aku membutuhkan media untuk itu.
Angin telah kembali tenang. Cuaca pun kembali membosankan. Tidak ada dramatisasi. Aktivitas normal pun dapat kembali dijalankan.
Namun ada yang tidak normal dengan diriku saat ini.
Angin kencang yang aku ceritakan beberapa hari yang lalu tampaknya tidak sekedar penanda tahun baru imlek. Tahun ini, angin itu benar-benar serius. Kekuatan hembusannya telah masuk kategori bencana.
**
Today is a new day and a fresh day. I’m not a chinese so I don’t celebrate Chinese New Year but I can feel the fresh of the air.
Ada sesuatu yang menarik setiap kali peringatan tahun baru imlek, selalu dihiasi hujan angin? Tak pernah meleset. Setiap tahun. Mengapa selalu begitu?
Hal buruk dari internet adalah, dunia menjadi sempit. Sejauh apapun engkau berdomisili, jika engkau memiliki blog seperti ini, engkau akan ditemukan. Dan aku benci sekali dipantau. Kamu tahu ‘kan arti dipantau? Orang-orang jadi tahu kabarmu. Mereka jadi tahu bahwa kamu masih hidup dan mengetahui permasalahan hidupmu.